Tulungagung, 14 Agustus 2026 — Sebanyak 1.061 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung mengikuti Test of Arabic Proficiency (TOAP) atau Uji Kemahiran Berbahasa Arab Gelombang 2 yang diselenggarakan Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung pada 10–14 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring ini merupakan bagian dari rangkaian uji kemahiran bahasa dan diikuti mahasiswa dari FTIK, FUAD, FEBI, dan FASIH.

Bagi mahasiswa, TOAP tidak sekadar menjadi sarana mengukur kemahiran berbahasa Arab. Sertifikat TOAP menjadi persyaratan wajib untuk mengikuti ujian komprehensif, sehingga kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa menuju penyelesaian studi.

Mengukur Tiga Kemahiran Bahasa Arab

TOAP Pusat Bahasa UIN SATU mengukur tiga aspek utama kemahiran berbahasa Arab, yaitu Fahm Al-Maqru’, Fahm At-Tarakib, dan Fahm Al-Masmu’. Fahm Al-Maqru’ mengukur kemampuan memahami teks berbahasa Arab, Fahm At-Tarakib berkaitan dengan pemahaman struktur bahasa, sedangkan Fahm Al-Masmu’ mengukur kemampuan memahami informasi yang disampaikan secara lisan.

Ketiga aspek tersebut menjadi bagian dari rangkaian uji kemahiran bahasa Arab Pusat Bahasa. Peserta mengikuti seluruh rangkaian ujian sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan.

Gambar 1. Pelaksanaan TOAP Gelombang 2 secara luring yang diikuti mahasiswa UIN SATU Tulungagung

Emmi Naja: Bahasa Arab Penting bagi Mahasiswa UIN

Kepala Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung, Emmi Naja, dalam sambutannya mendorong mahasiswa mengikuti TOAP dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kemahiran bahasa Arab tidak hanya berkaitan dengan persyaratan akademik, tetapi juga merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam.

Sebagai mahasiswa UIN, kemampuan bahasa Arab memiliki posisi strategis karena banyak sumber utama dan khazanah keilmuan Islam menggunakan bahasa Arab. Kemampuan memahami teks dan struktur bahasa serta informasi lisan dapat membantu mahasiswa mengakses literatur keislaman secara lebih luas sekaligus mendukung pengembangan keilmuan.

Karena itu, TOAP diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenali kemampuan bahasa Arab yang dimiliki dan terus mengembangkannya, bukan sekadar mengejar sertifikat.

Daring dan Luring Libatkan Empat Fakultas

Selama lima hari pelaksanaan, 1.061 mahasiswa dari FTIK, FUAD, FEBI, dan FASIH mengikuti TOAP melalui moda luring dan daring. Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari layanan Pusat Bahasa dalam memberikan akses pengujian kemahiran bahasa Arab kepada mahasiswa.

 

Gambar 2. Pelaksanaan TOAP Gelombang 2 secara daring yang diikuti mahasiswa UIN SATU Tulungagung.

Setelah menyelesaikan ujian, peserta akan memperoleh sertifikat TOAP yang menjadi persyaratan wajib untuk mengikuti ujian komprehensif. Di luar fungsi tersebut, hasil uji kemahiran dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa untuk mengetahui kemampuan bahasa Arab yang telah dikuasai dan mengembangkan kompetensinya lebih lanjut.

Mengukur Kemahiran, Memperluas Akses Keilmuan

Pelaksanaan TOAP Gelombang 2 menjadi bagian dari komitmen Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung dalam memperkuat kompetensi kebahasaan mahasiswa. Kemahiran bahasa Arab tidak hanya mendukung pemenuhan tahapan akademik, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap literatur dan khazanah keilmuan Islam.

Melalui penyelenggaraan TOAP secara berkelanjutan, Pusat Bahasa terus mendukung mahasiswa agar memiliki kompetensi bahasa yang selaras dengan karakter perguruan tinggi keagamaan sekaligus kebutuhan pengembangan akademik.

Pada akhirnya, TOAP bukan sekadar ujian, tetapi menjadi langkah mahasiswa untuk mengukur kemahiran, memenuhi tahapan akademik, dan memperluas akses terhadap khazanah keilmuan Islam. (MS)

1.061 Mahasiswa UIN SATU Asah Kemahiran Bahasa Arab melalui TOAP Gelombang 2
Bagikan informasi ini!