Tulungagung, 7 Agustus 2026 — Sebanyak 1.100 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung mengikuti Test of English Proficiency (TOEP) atau Uji Kemahiran Berbahasa Inggris Gelombang 2 yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung pada 3–7 Agustus 2026. Ujian dilaksanakan secara luring dan daring dengan melibatkan mahasiswa dari empat fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH).

Bagi mahasiswa, TOEP menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik. Selain mengukur kemahiran berbahasa Inggris, kegiatan ini berkaitan langsung dengan tahapan menuju ujian komprehensif, karena sertifikat TOEP menjadi persyaratan wajib untuk mengikuti ujian tersebut.

Tiga Kemahiran Bahasa Inggris dalam TOEP

TOEP yang diselenggarakan Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung mengukur tiga aspek utama kemahiran berbahasa Inggris, yaitu Reading Comprehension, Structure and Written Expression, serta Listening Comprehension. Ketiga aspek tersebut merupakan bagian dari rangkaian uji kemahiran bahasa Inggris yang diselenggarakan Pusat Bahasa.

Reading Comprehension mengukur kemampuan memahami informasi dari teks berbahasa Inggris. Structure and Written Expression menguji penguasaan struktur serta penggunaan bahasa Inggris secara tertulis. Sementara itu, Listening Comprehension mengukur kemampuan memahami informasi yang disampaikan melalui bahasa lisan.

Peserta diberikan waktu sekitar 2,5 jam untuk menyelesaikan seluruh rangkaian ujian. Durasi tersebut menuntut penguasaan materi sekaligus ketelitian, konsentrasi, dan kemampuan mengelola waktu selama mengerjakan tes.

Gambar 1. Pelaksanaan TOEP Gelombang 2 secara luring yang diikuti mahasiswa UIN SATU Tulungagung

 

Emmi Naja: Bahasa Inggris Menjadi Bekal Pengembangan Diri

Kepala Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung, Emmi Naja, dalam sambutannya mendorong mahasiswa mengikuti TOEP dengan sungguh-sungguh. Kemampuan bahasa Inggris tidak hanya dipandang sebagai bagian dari persyaratan akademik, tetapi juga sebagai bekal untuk memperluas kapasitas mahasiswa dalam belajar dan mengembangkan diri.

Penguasaan bahasa Inggris dapat membantu mahasiswa mengakses berbagai sumber pengetahuan dan referensi akademik, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, serta membuka ruang komunikasi dan peluang yang lebih luas. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak menjadikan sertifikat sebagai tujuan akhir, tetapi memanfaatkan pengalaman mengikuti TOEP sebagai momentum untuk mengenali dan terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.

Pelaksanaan Daring dan Luring Jangkau Empat Fakultas

Selama lima hari pelaksanaan, mahasiswa dari FTIK, FUAD, FEBI, dan FASIH mengikuti ujian sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan Pusat Bahasa. Penggunaan dua moda, luring dan daring, menjadi bagian dari layanan Pusat Bahasa dalam menyelenggarakan pengujian kemahiran bahasa Inggris bagi mahasiswa.

Keikutsertaan mahasiswa dari empat fakultas menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris menjadi kebutuhan lintas bidang keilmuan. Kemampuan tersebut dapat menunjang proses pembelajaran, terutama ketika mahasiswa berhadapan dengan sumber-sumber akademik berbahasa Inggris.

Gambar 2. Pelaksanaan TOEP Gelombang 2 secara daring yang diikuti mahasiswa UIN SATU Tulungagung

Sertifikat Menjadi Tahapan Menuju Ujian Komprehensif

Setelah menyelesaikan rangkaian ujian, peserta akan memperoleh sertifikat TOEP. Sertifikat tersebut menjadi persyaratan wajib untuk mengikuti ujian komprehensif, sehingga TOEP memiliki keterkaitan langsung dengan tahapan akademik mahasiswa menuju penyelesaian studi.

Di luar fungsi administratif tersebut, hasil uji kemahiran dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa mengenai kemampuan bahasa Inggris yang telah dikuasai. Kemampuan membaca, memahami struktur bahasa, dan menyimak informasi berbahasa Inggris merupakan keterampilan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan akademik maupun profesional.

Mengukur Kemahiran, Menyiapkan Masa Depan

Pelaksanaan TOEP Gelombang 2 menjadi bagian dari komitmen Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung dalam memberikan layanan pengembangan kompetensi kebahasaan mahasiswa. Melalui pengujian yang terstruktur, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris sekaligus memenuhi salah satu tahapan akademik yang dipersyaratkan.

Lebih dari sekadar sebuah tes, kemahiran bahasa Inggris dapat menjadi modal mahasiswa untuk memperluas akses terhadap literatur, mengikuti perkembangan riset, membangun komunikasi lintas budaya, dan membuka berbagai peluang di masa depan. Karena itu, capaian dalam TOEP diharapkan menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Pada akhirnya, TOEP bukan sekadar mengukur kemampuan yang telah dimiliki, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tuntutan akademik dan dunia profesional yang semakin luas. (MS)

1.100 MAHASISWA UIN SATU IKUTI TOEP GELOMBANG 2, LANGKAH MENUJU UJIAN KOMPREHENSIF
Bagikan informasi ini!