TULUNGAGUNG — UPT Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Teknologi bagi guru MI/SD sederajat pada 29–30 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia Lantai 3 Gedung Saifudin Zuhri, UIN SATU Tulungagung, ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Arab yang kreatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Workshop yang diikuti 50 peserta ini menghadirkan empat narasumber dengan materi yang mencakup integrasi media digital dalam keterampilan menulis, pemanfaatan platform pembelajaran interaktif, pengembangan materi audiovisual, serta penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Arab.
Kegiatan dibuka pada Selasa (29/9/2026) dengan laporan Kepala UPT Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung, Emmi Naja, Ph.D., dilanjutkan sambutan Wakil Rektor I, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd., yang mewakili Rektor UIN SATU Tulungagung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi pendidik dalam merespons kebutuhan pembelajaran di era digital.

Kepala UPT Pusat Bahasa bersama Wakil Rektor I UIN SATU Tulungagung dalam pembukaan workshop, 29 September 2026.
Mengintegrasikan Media Digital dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Pada hari pertama, Dr. Nuryani, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan materi tentang integrasi Canva dan Instagram dalam pembelajaran maharah kitabah atau keterampilan menulis Bahasa Arab. Pemanfaatan kedua platform tersebut memberikan alternatif bagi guru untuk mengembangkan aktivitas menulis yang memadukan penguasaan bahasa, kreativitas, dan media visual.
Canva dapat digunakan untuk merancang bahan ajar dan aktivitas menulis yang menarik, sedangkan Instagram dapat dimanfaatkan sebagai media publikasi karya peserta didik. Melalui integrasi media tersebut, pembelajaran menulis tidak hanya berorientasi pada penguasaan kosakata dan struktur bahasa, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk menghasilkan karya secara kreatif.
Selanjutnya, Dr. Tika Mardiyah, M.Pd.I., membahas pemanfaatan Quizizz, Kahoot, dan Padlet dalam pembelajaran Bahasa Arab. Platform tersebut dapat mendukung pelaksanaan kuis, latihan interaktif, dan aktivitas kolaboratif yang mendorong keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi digital juga memberikan kesempatan kepada guru untuk memvariasikan strategi pembelajaran dan evaluasi. Namun, pemilihan platform tetap perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran, materi yang diajarkan, serta karakteristik peserta didik di tingkat MI/SD.
Mengembangkan Materi Bahasa Arab Berbasis Audiovisual
Pada hari kedua, Rabu (30/9/2026), Dr. Muhammad Afthon Ulin Nuha, M.Pd., menyampaikan materi bertajuk “Sintesis Aplikasi Perekam Layar Bergerak dan Platform Berbagi Video dalam Pengembangan Materi Bahasa Arab”.
Materi tersebut membahas pemanfaatan aplikasi perekam layar dan platform berbagi video untuk mendukung pengembangan bahan ajar audiovisual. Melalui media ini, guru dapat menyajikan penjelasan materi dalam bentuk video yang memungkinkan peserta didik mengamati, menyimak, dan mempelajari kembali materi sesuai kebutuhan belajar mereka.
Pengembangan materi audiovisual juga membuka peluang bagi guru untuk menyajikan pembelajaran secara lebih variatif. Meski demikian, efektivitas teknologi tidak hanya ditentukan oleh aplikasi yang digunakan, tetapi juga oleh kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran dan kemampuan guru dalam merancang materi yang jelas serta mudah dipahami.
Mendorong Pembelajaran Bahasa Arab yang Mendalam dan Bermakna
Narasumber berikutnya, Dr. Luthfi Abdul Manaf, M.Pd.I., menyampaikan materi tentang penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Arab di tingkat MI/SD.
Pendekatan ini menekankan bahwa pembelajaran tidak cukup berhenti pada hafalan kosakata atau penguasaan kaidah. Peserta didik perlu memperoleh kesempatan untuk memahami materi dan menggunakannya dalam konteks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam materi yang disampaikan, pembelajaran mendalam dijelaskan melalui tiga prinsip, yaitu mindful learning (pembelajaran berkesadaran), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan).
Ketiga prinsip tersebut dapat diterapkan melalui aktivitas kontekstual, seperti permainan bahasa, lagu, kartu kosakata, bermain peran, dan proyek sederhana secara berkelompok. Sebagai contoh, pembelajaran kosakata anggota tubuh dapat dikembangkan melalui kegiatan mengenali dan menunjuk anggota tubuh, permainan, serta penggunaan kosakata dalam kalimat sederhana.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mengingat kosakata, tetapi juga berlatih memahami dan menggunakannya. Guru pun didorong untuk memperhatikan proses belajar, partisipasi peserta didik, serta kemampuan mereka menerapkan pengetahuan dalam situasi yang relevan.

Dr. Luthfi Abdul Manaf, M.Pd.I., menyampaikan materi tentang penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Arab untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan.
Memperkuat Kompetensi Guru di Era Digital
Rangkaian materi selama dua hari menunjukkan beragam peluang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Arab. Canva dan Instagram dapat menjadi alternatif pengembangan keterampilan menulis, platform interaktif dapat memperkaya aktivitas belajar, sedangkan aplikasi perekam layar dan platform berbagi video mendukung pengembangan bahan ajar audiovisual.
Pemanfaatan teknologi tersebut perlu disertai perencanaan pembelajaran yang tepat. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan aplikasi digital, tetapi juga perlu memilih media berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan keterampilan bahasa yang ingin dikembangkan.
Pendekatan deep learning melengkapi pemanfaatan teknologi dengan menekankan pentingnya pemahaman, keterlibatan aktif, dan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan demikian, teknologi berfungsi sebagai sarana pendukung proses pembelajaran, bukan sekadar unsur tambahan untuk membuat kegiatan belajar terlihat menarik.
Melalui workshop ini, UPT Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung memberikan ruang bagi guru MI/SD sederajat untuk mengenal dan mengeksplorasi berbagai alternatif pembelajaran Bahasa Arab berbasis teknologi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.

Peserta dan narasumber berfoto bersama dalam Workshop Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Teknologi untuk MI/SD Sederajat yang diselenggarakan UPT Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung pada 29–30 September 2026.
