Benchmarking Dua Hari, Membawa Pulang Banyak Pelajaran

Yogyakarta, 27–28 Agustus 2026 | Upaya meningkatkan kualitas layanan kebahasaan dan tata kelola jurnal ilmiah membawa UPT Bahasa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melakukan benchmarking ke dua institusi pendidikan di Yogyakarta. Selama dua hari, rombongan mengunjungi pengelola Jurnal Al-Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Center for International Language and Cultural Studies (CILACS) Universitas Islam Indonesia (UII).

Kunjungan tersebut menjadi ruang untuk menggali pengalaman, strategi, serta praktik baik yang telah diterapkan kedua lembaga. UPT Bahasa secara khusus ingin mempelajari pengelolaan layanan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), meningkatkan profesionalisme layanan tes bahasa, sekaligus memperkuat tata kelola Jurnal Lingua Scientia menuju standar publikasi dan indeksasi bereputasi internasional.

Perjalanan dari Tulungagung Menuju Yogyakarta

Rombongan berangkat dari Tulungagung pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 01.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam, rombongan tiba di Sleman, Yogyakarta, sekitar pukul 06.00 WIB. Sebanyak 17 orang dari berbagai bidang di UPT Bahasa mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari pimpinan unit, pengelola program BIPA, pengelola jurnal, pengembang tes bahasa Arab dan Inggris, pengelola laboratorium bahasa, hingga pengelola website.

Rombongan UPT Bahasa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam Rangkaian Kunjungan Benchmarking di Yogyakarta

Belajar dari Jurnal Al-Jami’ah

Kunjungan pertama mempertemukan rombongan UPT Bahasa dengan Dr. Rama Kertamukti, S.SOS., MSn., Kepala Pengelola Jurnal Al-Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, beserta jajaran pengelola jurnal. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Diskusi berkembang pada berbagai persoalan yang berkaitan dengan tata kelola jurnal, pengelolaan artikel berbahasa Arab, infrastruktur, pendanaan, hingga dukungan teknis terhadap keberlanjutan jurnal.

TIm UPT Bahasa Berdikusi dengan Pengelola Jurnal Al-Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Salah satu persoalan yang menarik perhatian rombongan berkaitan dengan pengelolaan artikel berbahasa Arab. Lingua Scientia belum menerima artikel berbahasa Arab, sedangkan Al-Jami’ah telah lama mengelola artikel dalam bahasa tersebut. Pengelola Al-Jami’ah menjelaskan bahwa proses penyortiran awal menjadi salah satu tahap penting. Pelaksana melakukan pemilahan berdasarkan karakter tulisan sehingga artikel yang menggunakan pendekatan keagamaan normatif dan tidak memenuhi karakter akademik dapat langsung ditolak pada tahap awal.

Pengelola Al-Jami’ah juga menjelaskan bahwa mereka tidak menerapkan romanisasi atau pelatinan secara menyeluruh. Jika literatur yang digunakan penulis memang berbahasa Arab, rujukan pada catatan kaki dapat ditulis menggunakan bahasa Arab. Namun, praktik tersebut tidak sepenuhnya berlaku pada bagian bibliografi.

Persoalan lain muncul dalam proses proofreading bahasa Arab. Pengelola Al-Jami’ah belum sepenuhnya mengandalkan platform berbasis artificial intelligence untuk proofreading bahasa Arab. Mereka masih mengandalkan proofreader lokal yang memiliki kompetensi khusus, meskipun jumlah tenaga dengan kemampuan tersebut masih sangat terbatas.

Kepala UPT Bhasa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Menyerahkan Cinderamata kepada Pengelola Jurnal Al-Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Diskusi kemudian bergeser pada aspek kelembagaan dan infrastruktur. Pengelolaan hosting dan server di UIN Sunan Kalijaga mengikuti struktur fakultas dan unit kerja. Jurnal Al-Jami’ah bersama tiga jurnal lainnya berada di bawah pengelolaan LP2M dan memiliki domain sendiri, tetapi infrastrukturnya tetap menggunakan server universitas.

Model pendanaan juga menjadi salah satu pelajaran penting. Jurnal yang berada di bawah LP2M memperoleh alokasi anggaran institusional melalui mekanisme perencanaan anggaran LP2M. Pengelola jurnal menyusun kebutuhan dan rencana anggaran, kemudian mengajukannya untuk dimasukkan dalam RKKL LP2M.

Menelisik Pengembangan Tes Bahasa di CILACS UII

Perjalanan benchmarking kemudian berlanjut ke CILACS UII. Rombongan diterima oleh Rr. Ratna Roostika, S.E., MAC, Ph.D., Kepala CILACS UII, beserta jajaran. Salah satu agenda diskusi yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan sistem tes bahasa, terutama SIMLA, termasuk pengembangan tes bahasa Arab.

Foto Bersama Tim UPT Bahasa dengan Tim CILACS UII

Pertanyaan mengenai tes listening bahasa Arab menjadi salah satu topik menarik. Rombongan ingin mengetahui bagaimana CILACS membangun materi listening, khususnya dalam menentukan pilihan antara penggunaan artificial intelligence dan native speaker bahasa Arab.

Pengelola CILACS menjelaskan bahwa kedua pendekatan tersebut pernah digunakan. Namun, keduanya memiliki persoalan masing-masing. Ketika CILACS menggunakan native speaker dari Mesir, pengajar tersebut terlebih dahulu memperoleh briefing agar pengucapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tes bahasa Arab baku formal.

 

Sesi Pemaparan dan Diskusi Mengenai Layanan Tes Bahasa di CILACS UII

Pada sisi lain, penggunaan artificial intelligence untuk bahasa Arab juga belum sepenuhnya dapat diandalkan. Pengelola CILACS masih menemukan sejumlah kasus yang membuat teknologi tersebut belum dapat digunakan tanpa proses pengujian dan pengembangan lebih lanjut. Karena itu, CILACS terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan terhadap tes bahasa yang mereka miliki.

BIPA: Kompetensi Pengajar Menjadi Perhatian

Selain membahas tes bahasa, rombongan UPT Bahasa juga menggali pengalaman CILACS dalam mengembangkan program BIPA. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah proses rekrutmen pengajar. CILACS mempertimbangkan kompetensi dan kualifikasi calon pengajar BIPA. Salah satu indikator kompetensi yang digunakan adalah kepemilikan sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Suasana Diskusi pada Agenda Benchmarking di CILACS UII

Mengemas Bahasa sebagai Pengalaman yang Menyenangkan

Salah satu praktik CILACS yang menarik perhatian adalah program bahasa Inggris untuk anak-anak. Alih-alih mengemasnya sebagai kursus bahasa konvensional, CILACS mengembangkan program tersebut dalam bentuk holiday program selama kurang lebih tujuh hari.

Program berlangsung di lingkungan kampus pada pagi hingga siang hari. Peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang agar pembelajaran bahasa berlangsung secara menyenangkan. Biaya program sekitar Rp700.000 untuk satu minggu, sehingga program tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan selama masa liburan.

Peserta Mengikuti Sesi Kegiatan dan Diskusi dalam Agenda Benchmarking CILACS UII
Kepala UPT Bahasa UIn Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Menyerahkan Cinderamata kepada Piham CILACS UII Yogyakarta

Dari Benchmarking Menuju Tindak Lanjut

Dua hari kunjungan ke Yogyakarta memberikan gambaran bahwa pengembangan lembaga bahasa membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar penyelenggaraan pembelajaran bahasa. Pengalaman Al-Jami’ah menunjukkan pentingnya dukungan kelembagaan dalam membangun jurnal yang berkelanjutan. Sementara itu, pengalaman CILACS memperlihatkan pentingnya kompetensi pengajar, ketepatan menentukan target pengguna, inovasi layanan, serta kemampuan mengemas program sesuai karakteristik peserta.

Bagi UPT Bahasa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, hasil benchmarking tersebut menjadi bahan penting untuk memperkuat rencana pengembangan layanan BIPA bagi mahasiswa asing, peningkatan kualitas layanan tes bahasa, dan penguatan tata kelola Jurnal Lingua Scientia menuju standar publikasi internasional.

Setelah perjalanan berakhir, rombongan kembali dari Sleman pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB dan tiba di Tulungagung sekitar pukul 21.00 WIB. Perjalanan tersebut menandai berakhirnya agenda benchmarking, tetapi sekaligus membuka tahap baru berupa tindak lanjut dan implementasi hasil pembelajaran di lingkungan UPT Bahasa.

“Benchmarking bukan sekadar kunjungan, melainkan proses belajar untuk menemukan praktik baik yang dapat disesuaikan dan diimplementasikan sesuai kebutuhan institusi.”

Benchmarking UPT Bahasa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ke Yogyakarta
Bagikan informasi ini!