Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menggelar International Webinar on Language Teaching pada Rabu, 17 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan masa depan pembelajaran bahasa di era digital dengan menghadirkan empat akademisi dari Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Webinar ini diikuti oleh sekitar 390 peserta dari 15 negara, di antaranya China, Jepang, India, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Myanmar, Arab Saudi, Ekuador, Thailand, Vietnam, dan sejumlah negara lainnya. Peserta terdiri atas dosen, mahasiswa, guru, serta praktisi pendidikan bahasa dari berbagai latar belakang institusi. Mengangkat tema besar tentang literasi, pengajaran bahasa, dan pemanfaatan AI, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melihat bagaimana teknologi dan pedagogi dapat berjalan beriringan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kapasitas dosen, mahasiswa, dan praktisi bahasa dalam menghadapi perubahan lanskap pembelajaran global.
Perspektif Global tentang Literasi dan AI dalam Pembelajaran Bahasa
Sesi pertama menghadirkan Dr. Willy A. Renandya dari Nanyang Technological University, Singapura, dengan materi The Power of Reading in Language Education. Dalam paparannya, Dr. Willy menegaskan bahwa membaca merupakan fondasi utama dalam pemerolehan bahasa. Ia menjelaskan pentingnya keseimbangan antara intensive reading dan extensive reading sebagai strategi untuk membangun pemahaman, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Menurutnya, semakin banyak seseorang membaca, semakin besar peluangnya untuk berkembang dalam penguasaan bahasa. Pesan ini menegaskan pentingnya budaya literasi sebagai dasar utama keberhasilan pembelajaran bahasa.

Dr. Willy A. Renandya menjelaskan bahwa membaca merupakan proses yang bertujuan (purposeful process) dan berperan penting dalam membangun pemahaman, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis
Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Kamarul Kabilan Abdullah dari Universiti Sains Malaysia dengan tema Strategic AI Practices in Language Education: Teaching, Reflection, and Meaningful Learning. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa AI generatif telah mengubah cara peserta didik belajar bahasa, mulai dari membaca, menulis, hingga proses refleksi belajar.
Ia menekankan bahwa AI harus dimanfaatkan secara strategis sebagai alat bantu pedagogis, sarana refleksi metakognitif, dan penguat keterlibatan belajar agar mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan tidak sekadar berorientasi pada hasil instan.

Prof. Dr. Muhammad Kamarul menegaskan bahwa AI generatif telah menjadi realitas dalam pembelajaran bahasa dan perlu dimanfaatkan secara strategis untuk meningkatkan kualitas belajar
Pada sesi ketiga, Puji Rahayu, Ph.D. dari Universitas Islam Indonesia membawakan materi When Machines Listen: Exploring AI’s Role in Building Speaking Efficacy. Ia memaparkan bagaimana AI seperti ChatGPT dapat menjadi partner latihan berbicara yang efektif melalui umpan balik langsung, akses yang fleksibel, serta suasana belajar yang lebih nyaman.
Pemanfaatan AI dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam keterampilan berbicara. Namun demikian, interaksi manusia tetap menjadi elemen penting dalam membangun komunikasi yang autentik dan kontekstual.

Puji Rahayu, Ph.D. memaparkan pemanfaatan ChatGPT sebagai partner latihan berbicara yang mampu meningkatkan speaking self-efficacy peserta didik melalui umpan balik langsung dan latihan yang fleksibel
Sebagai sesi penutup, Prof. Erna Iftanti dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengangkat tema AI in Teaching Languages: Challenges and Opportunities. Ia menjelaskan berbagai peluang AI dalam pembelajaran bahasa, mulai dari personalisasi pembelajaran, peningkatan efektivitas pengajaran, hingga perluasan wawasan budaya melalui sumber belajar yang lebih beragam.
Di sisi lain, ia juga menyoroti berbagai tantangan yang muncul, seperti berkurangnya interaksi manusia, persoalan integritas akademik, kesenjangan akses teknologi, serta risiko ketergantungan yang dapat melemahkan daya kritis peserta didik.

Prof. Erna Iftanti memaparkan perubahan pola interaksi dalam pembelajaran bahasa melalui integrasi AI, yang membuka peluang baru sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga interaksi autentik antara guru dan peserta didik
Antusiasme Peserta Warnai Jalannya Diskusi
Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang paling menarik dalam webinar ini. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pemanfaatan AI untuk meningkatkan keterampilan produktif, tantangan menjaga integritas akademik, hingga strategi membangun budaya literasi di tengah dominasi teknologi digital.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan bahasa sekaligus menjadi bukti bahwa literasi dan AI kini menjadi dua elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran.

Sesi diskusi interaktif dalam Internasional Webinar on Language Teaching yang diikuti peserta dari berbagai institusi dan negara
Memperkuat Jejaring Akademik dan Inovasi Pembelajaran
Melalui webinar ini, Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan kompetensi kebahasaan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan lintas negara, tetapi juga memperkuat jejaring akademik internasional dalam bidang pengajaran bahasa.
Penguasaan bahasa, budaya literasi, dan kecakapan teknologi menjadi tiga pilar utama yang harus dimiliki generasi masa depan. Dengan semangat “Belajar Bahasa, Bangun Masa Depan”, Pusat Bahasa UIN SATU Tulungagung berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang relevan dengan kebutuhan global guna mencetak generasi pembelajar yang unggul, kritis, dan siap menghadapi tantangan dunia.
